Subscribe:

Friday, May 24, 2013

Kesalahan Dalam Mendidik Anak Balita


Anak Balita
Mendidik Anak Balita - Anak balita biasanya memang selalu bisa membuat kita gemas dan ingin sekali selalu memeluk, mencubit, mencium, dan bermain bersama mereka. Akan tetapi, di lain waktu terkadang anak balita juga bisa membuat kita jengkel dan bisa membuat kepala kita pusing karena tingkah laku mereka.

Anak balita bukanlah seperti mainan yang telah dibekali buku panduan untuk mengoperasikan mereka. Menjadi orang tua memang bisa dibilang susah-susah gampang dan memang menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, maka dari itu belajar menjadi orang tua tidak ada waktu batasan untuk berhenti.

Terkadang orang tua merasa paling benar dan paling bisa dalam mendidik anak balita. Akan tetapi mungkin cara mendidik tersebut bisa merupakan salah satu kesalahan dari mendidik anak balita. 

Berikut beberapa kesalahan dalam mendidik anak balita.
  1. Tidak konsisten
    Konsekuensi dari awal tentang apa yang akan mereka peroleh adalah merupakan sesuatu yang harus diajarkan kepada anak. Misalnya jika anak tidak tidur tepat waktu atau mandi maka konsekuensi apa yang akan mereka dapatkan. Semakin mereka konsisten bahwa hal apa yang akan mereka dapatkan jika peraturan tidak dipatuhi, maka anak semakin enak untuk diajak bekerja sama.

    Maka dari itu buatlah daftar rutinitas setiap hari dan musyawarah kan dengan pasangan tentang konsekuensi apa yang akan diberikan jika anak tidak menjalankan rutinitas tersebut.

    Jangan sampai antara orang tua berbeda pendapat tentang pesan sanksi yang diberikan kepada anak karena hal tersebut bisa menjadikan anak malah semakin membandel dan bisa-bisa akan mengadu domba kepada kedua orang tua.

    Dalam memberikan sanksi jangan melakukan kompromi kepada anak, Anda harus tegas tentang sanksi yang akan Anda berikan.
  2. Menghabiskan waktu untuk fokus terhadap waktu keluarga
    Menghabiskan waktu dan berkumpul bersama keluarga besar merupakan hal yang sangat baik dan justru sangat dianjurkan agar selalu menyambung silaturrahim. 

    Akan tetapi, Anda juga jangan sampai melewatkan waktu khusus bersama anak-anak Anda. Waktu pribadi ini bisa menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan bagi sang anak dan juga tentu bagi Anda sebagai orang tua.

    Menghabiskan waktu pribadi tidak harus pergi ke tempat jauh, Anda bisa memanfaatkan mainan yang dimiliki anak dan bermain lah bersama mereka dan berperan lah sebagai teman bermain nya.
  3. Menawarkan bantuan kepada anak terlalu sering
    Ada sebagian orang tua yang selalu menganggap balita mereka adalah bayi yang belum bisa melakukan banyak aktivitas dan belum terlalu paham tentang banyak hal, sehingga para orang tua selalu menawarkan bantuan kepada anak untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. 

    Hal tersebut bisa menjadikan sang anak berpikir bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan semuanya harus dibantu orang tua. Cobalah berpikir untuk tidak selalu membantu pekerjaan mereka, biarkan mereka melakukannya sendiri, tetapi Anda harus tetap memberikan motivasi dan dorongan kepada anak agar mereka tetap semangat untuk menyelesaikannya.
  4. Terlalu banyak bicara
    Anak balita adalah anak yang belum bisa berpikir logika layaknya orang dewasa. Maka dari itu para orang tua jangan terlalu banyak  menjelaskan tentang mengapa tidak boleh melakukan hal tersebut. Bersikap sedikit tegas kepada anak juga perlu  dilakukan atau bisa dengan cara memberikan waktu hingga hitungan 3 kali, jika tetap mengerjakan hal tersebut maka konsekuensi langsung dikerjakan.

    Contoh kejadian, anak sudah waktunya makan akan tetapi  anak tidak mau dan memilih makan kue. Kemudian orang tua menjelaskan bahwa ini sudah waktunya makan sambil mengambil kue sang anak. Anak pun merengek nangis dan merebut kue nya, lalu ditarik lagi oleh orang tua nya sambil menjelaskan , anak merampas nya lagi, dan berulang terus menerus dengan penjelasan-penjelasan tanpa tindakan yang tegas.
  5. Menyajikan makanan khusus yang disukai anak
    Kebiasaan memasak menu makanan yang khusus buat anak-anak ternyata tidak selamanya baik. Karena hal tersebut bisa menjadikan anak-anak susah untuk menikmati berbagai macam makanan dan hanya menikmati makanan yang  itu-itu saja. Padahal anak juga dituntut untuk kenal dan mengkonsumsi makanan yang bervariasi. 

    Jika anak memang sudah bisa untuk mengkonsumsi makanan yang berat seperti orang dewasa, maka ajaklah mereka untuk makan bareng di meja makan dan ikut menyantap makanan yang ada.

    Jika anak menolak jangan langsung marah-marah, ajari mereka pelan-pelan dengan terus menyodorkan makan yang bervariasi. Jangan sampai Anda menjadi koki hanya khusus membuat menu makanan yang berbeda yang mereka inginkan padahal mereka sudah bisa makan makanan orang dewasa.
  6. Terlalu dini memberikan latihan menggunakan toilet
    Terkadang ada sebagian orang tua yang memaksa anaknya untuk menggunakan toilet karena mereka menganggap sang anak sudah saatnya belajar, padahal bisa saja anak belum siap.

    Prosesnya memang tidak harus keburu-buru, semua butuh proses. Akan tetapi tetap beri mereka pelajaran tentang toilet bagaimana cara memakainya dan apa fungsinya. Ketika sang anak sudah mau mencoba menggunakan toilet jangan lupa beri pujian kepada mereka
  7. Tidak membatasi waktu nonton TV
    Mungkin ada sebagian orang tua memberikan anak tontonan-tontonan televisi bisa membuat mereka lebih tenang untuk melakukan aktivitas. Karena si anak akan tenang dan tidak rewel dan akibatnya anak bisa menghabiskan berjam-jam di depan TV dan sulit untuk belajar.

    Cobalah alihkan anak untuk melakukan kegiatan lain seperti membaca buku bersama atau bermain dengan mainan yang kreatif. Atau bisa ajak si anak untuk ngobrol sehingga mereka bisa belajar komunikasi. 
  8. Mencoba menghentikan ketika anak merengek besar
    Sebagai orang tua tentu mereka khawatir mendapat cap dari orang lain sebagai orang tua yang tidak kompeten ketika anak kita menangis merengek besar di tempat umum. Jangan pedulikan apa yang dikatakan orang lain, yang perlu dipikirkan adalah apa yang sebenarnya terjadi pada anak sehingga mereka menangis merengek  besar. 

    Ketika hal tersebut terjadi pada Anda, maka cobalah ajak si anak pergi ke tempat yang sepi supaya mereka berhenti dan bisa mengeluarkan emosi nya. Kemudian setelah anak selesai jangan lupa untuk memberikan pelukan kepada anak agar anak menjadi tenang dan Anda bisa menjalankan kegiatan Anda kembali.
Demikianlah beberapa kesalahan dalam mendidik anak balita. Semoga kita selalu belajar dan mendapat pelajaran yang bagus tentang mendidik anak sehingga anak bisa menjadi anak yang baik dan menjadi kebanggaan keluarga dan lingkungan sekitar. Semoga bermanfaat!

Comments
0 Comments

0 komentar: